Rabu, 01 September 2010

Konsul: Ada Pihak Inginkan Indonesia-Malaysia Berkonflik


Konsul Malaysia yang berkedudukan di Pekanbaru, Zamani Ismail, memandang perlu mewaspadai kemungkinan ada pihak tertentu yang menginginkan Indonesia-Malaysia berkonflik.
"Ada boncengan dari pihak tertentu yang coba memecah kekerabatan Malaysia dan Indonesia," kata Zamani pada acara Majelis Sambutan Hari Kebangsaan Malaysia Ke-53 di Pekanbaru, Selasa malam.
Hubungan antara Indonesia dan Malaysia selama beberapa hari terakhir mengalami ketegangan, berawal dari perseteruan batas laut dua negara.
Konflik tersebut dipicu penangkapan tiga pegawai Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) oleh Kepolsian Diraja Malaysia yang masuk ke perairan Tanjung Berakit, Provinsi Kepulauan Riau.
Gelombang aksi perlawanan masyarakat dari kedua negara hingga kini terus terjadi.
Menurut Zamani, rakyat Indonesia dan Malaysia selayaknya saling menahan diri dan menyelesaikan segala permasalahan melalui diplomasi damai.
Ia mengatakan Malaysia selama ini menganggap Indonesia, khususnya Riau, sebagai sebagai saudara sedarah dan mitra untuk kemajuan bersama.
"Pintu pandangan luas terbuka untuk kita berdiplomasi. Mari kita kecilkan perselisihan dan perbesar persaudaraan," ujarnya.
Wakil Gubernur Riau Mambang Mit dalam sambutannya mengatakan konflik yang terjadi antara kedua saudara serumpun itu hanya akan membawa kerugian.
Menurut dia, selama ini Pemerintah Provinsi Riau berusaha terus meningkatkan kerja sama dengan Malaysia dalam bidang ekonomi dan pendidikan.
"Sejauh ini kerja sama Riau dan Malaysia masih berjalan baik," ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Pekanbaru Jumanter Lubis mengatakan konflik kedua negara tak membuat warga negara Malaysia hengkang meninggalkan Riau.
Ia mengatakan hingga kini ada 153 warga Malaysia di Riau, 100 orang di antaranya adalah pekerja dan 53 orang adalah mahasiswa.
"Ketegangan kedua negara tak berdampak sampai membuat permusuhan antara warga Indonesia dan warga Malaysia yang ada di Riau," kata Jumanter.



credit : yahoo.com
            antara.com

0 komentar:

Poskan Komentar