Sabtu, 04 September 2010

BerBaGai CarA MeniKmaTi HibuRan TV & FiLm

Masih ada cara lain untuk menikmati serial TV ataupun film di pesawat TV dengan sedikit ataupun tanpa diselingi iklan sama sekali” 
 
Cara paling konvensional untuk menikmati hiburan TV maupun film tentu saja melalui pesawat TV dan bioskop, ataupun melalui media DVD yang menyimpan film yang kita ingin tonton. Di Indonesia, ada 11 TV Nasional dan kira-kira 175 TV lokal, jadi sebenarnya penduduk Indonesia tidak kurang hiburan, hanya saja konten lokalnya yang cenderung kurang mendidik (sinetron). Sebelas TV Nasional itu adalah antv, Global TV, Indosiar, tvOne, MetroTV, RCTI, SCTV, TPI, Trans TV, Trans 7, dan TVRI. Jaringan TV Nasional paling besar tentu saja TVRI, baru diikuti oleh RCTI di posisi kedua dan TPI di posisi ketiga, sementara posisi buncit ditempati oleh Global TV.

Di siaran TV, baik nasional maupun lokal, kadang sudah terjadwal diputar film, apakah itu film lokal dalam negeri ataupun film asing. Namun tentu saja kenikmatan menonton film secara gratis di TV ini dikompensasi dengan selingan iklan, dan selain terkena sensor, stasiun TV juga sering memotong adegan untuk memperpendek durasi. Saya perhatikan jarang sekali stasiun TV menayangkan bagian credit title di produksi asing, padahal itu adalah salah satu bentuk apresiasi kepada insan pekerja TV dan film.

Masih ada cara lain untuk menikmati serial TV ataupun film di pesawat TV dengan sedikit ataupun tanpa diselingi iklan sama sekali, yaitu dengan TV berlangganan. Saat ini ada 9 TV berlangganan yang beroperasi di Indonesia, yang menggunakan media kabel, satelit, ataupun DVB-T (Digital Video Broadcast untuk Televisi), yaitu Aora TV, First Media, IM2 PayTV, Indovision, M2V Mobile TV, OkeVision, TELKOMVision, Top TV, dan YesTV.

Cara alternatif yang terakhir saya tuliskan di sini adalah dengan mengunduh berkas digital dari serial TV maupun film


Tentu saja tidak tertutup kemungkinan menggunakan antena parabola untuk langsung melihat tayangan siaran TV satelit yang bisa ditangkap di beberapa bagian daerah di Indonesia, namun biasanya yang bebas disiarkan kebanyakan siaran berita, sementara untuk hiburan seperti serial TV maupun film, ataupun siaran langsung olahraga, siaran ini biasanya diacak.

Untuk di negara yang prasarana internetnya sudah mapan, misalnya di Amerika, Jepang atau Korea Selatan, hiburan serial TV maupun film ini sudah bisa dinikmati melalui konten digital. Ada yang bersifat streaming seperti yang dilakukan oleh beberapa stasiun TV seperti BBC, ada juga yang menjualnya seperti pada iTunes Store milik Apple. Di Indonesia, fasilitas seperti ini hanya bisa dinikmati oleh segelintir pengguna internet yang memiliki bandwidth internet yang mencukupi. Namun banyak stasiun TV Indonesia yang sudah menyediakan fasilitas streaming untuk beberapa siarannya, seperti MetroTV dan SCTV. Beberapa situs lokal pun sudah mulai menyediakan fasilitas streaming mirip seperti Youtube, contohnya adalah indowebster.

Kebanyakan negara di Asia masih parah dalam hal pembajakan, dan Indonesia termasuk salah satu negara tempat pembajakan masih banyak berlangsung. Tinggal mengunjungi pusat perbelanjaan, pasti akan ada lapak yang berjualan DVD bajakan, apakah itu isinya berupa film, serial TV, ataupun video musik. Saya dulu sempat sering belanja DVD bajakan ini, namun sudah 3 tahun ini tidak pernah membeli lagi, lebih karena membeli DVD bajakan itu ibarat membeli kucing di dalam karung, kita tidak pernah tahu bagaimana kualitas rekaman bajakan itu saat membelinya. Memang kebanyakan lapak menyediakan TV untuk mencoba terlebih dahulu DVD jualannya, namun dengan TV ukuran 14” membuat memeriksa kualitas gambar sulit, apalagi lingkungan pusat perbelanjaan yang ramai membuat memeriksa kualitas suara juga sulit.

DVD orisinal banyak juga dijual di Indonesia, baik itu film maupun serial TV. Saya ingat sekitar 3 tahunan yang lalu film maupun serial TV orisinal yang dijual masih kebanyakan menggunakan media VCD, namun sekarang ini sudah lebih banyak yang menggunakan media DVD. Saya sempat takjub melihat DVD serial TV Terminator: The Chronicles of Sarah Connor dijual lengkap 2 season DVD box set-nya di Gramedia, karena serial ini termasuk kurang populer di negara asalnya sendiri.

Cara alternatif yang terakhir saya tuliskan di sini adalah dengan mengunduh berkas digital dari serial TV maupun film ini. Banyak grup internet underground yang mendedikasikan diri untuk merekam siaran TV digital ataupun transfer dari media bluray, dan meyimpannya dalam bentuk berkas digital, lalu dibagikan baik dalam bentuk berkas torrent maupun ditaruh dalam file hosting seperti rapidshare, hotfile, megaupload dan lain sebagainya. Terus terang ini sama dengan pembajakan, namun berbeda dengan DVD bajakan, ini lebih terorganisir dan rapi, sehingga dari awal pengunduh sudah tahu kualitas dari berkas digital ini. Hanya saja karena kualitasnya tinggi, ukuran berkasnya juga tidak kecil, jadi hanya pengguna internet dengan kapasitas bandwidth memadai yang bisa menikmatinya. 
 
 
credit : yahoo.com
            eko juniarto

0 komentar:

Poskan Komentar