Selasa, 28 September 2010

PoLitikUs DPR DeSaK ApAraT HukuM UsuT PeRusahAAn BaKriE

Beberapa politikus dari Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat mendesak penegak hukum agar secepatnya mengusut beberapa perusahaan yang diduga terlibat dalam lingkaran kasus mafia pajak, sebagaimana diungkap oleh Gayus Halomoan Tambunan.
Di antara deretan perusahaan yang menyuap bekas pegawai pajak itu, ada tiga milik Grup Bakrie yang terang disebut, yakni PT Kaltim Prima Coal, PT Arutmin, dan PT Bumi Resources.
Didi Irawadi Syamsudin dari Partai Demokrat menganggap janggal bila jaksa dan polisi tak menindaklanjuti pengakuan Gayus dalam persidangan tersebut. "Itu mencederai rasa keadilan masyarakat," ujar Didi, Selasa (28/9). "Kesaksian itu di bawah sumpah, seharusnya menjadi bahan untuk terus mengusut secepatnya."
Menurut Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Partai Demokrat ini, tiga perusahaan besar yang disebut oleh Gayus itu baru merupakan bagian kecil yang sudah terungkap.
Karena itu, ia akan mendukung langkah Adnan Buyung Nasution dan tim pengacara Gayus untuk mendesak pengungkapan lebih lanjut. "Seharusnya itu diusut sampai tuntas," ujarnya. "Bukan untuk kepentingan politis, melainkan untuk keadilan masyarakat."
Anggota Komisi Hukum dari Partai Hanura, Syarifuddin Sudding, menilai kesaksian Gayus itu merupakan fakta hukum dalam persidangan yang bisa ditindaklanjuti dalam penyidikan. "Ini pekerjaan berat nantinya untuk Jaksa Agung dan Kepala Kepolisian yang baru," ujarnya.
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional yang menjadi Wakil Ketua Komisi Hukum DPR, Tjatur Sapto Edy, pun menegaskan bahwa persoalan mafia pajak harus dibongkar habis. "Baik perusahaan maupun siapa pun yang terlibat harus diusut."
Dalam sidang di Pengadilan Jakarta Selatan, Kamis pekan lalu, Adnan Buyung yang mewakili Gayus menuding jaksa telah melakukan kejahatan terhadap kliennya. Sebab, nama ketiga perusahaan Bakrie yang pernah disebut Gayus sebagai penyuapnya itu tiba-tiba menghilang dalam dakwaan jaksa. »Hilang lenyap begitu saja."


credit : yahoo.com
            tempointeraktif

0 komentar:

Poskan Komentar