Rabu, 04 Agustus 2010

oRaNg JEpaNG diMiNtA beRheNti mAKAn TUnA?


Jepang, negara penangkap ikan tuna sirip biru terbanyak di Samudera Atlantik dan Mediterania, dihimbau untuk berhenti memakan spesies tersebut. Demikian disampaikan lembaga World Wide Fund for Nature (WWF), Senin (2/8) waktu setempat.

Para ahli setuju penangkapan ikan tuna sirip biru secara berlebih dapat mengurangi populasinya sebanyak dua pertiga di Mediterania. Selama ini orang Jepang dikenal senang memakan tuna sirip biru dalam bentuk sushi dan sashimi.

"Kami ingin memanggil para pedagang ikan Jepang, pengecer, dan konsumennya," ucap Susana Sainz-Trapaga, kepala WWF cabang Mediterania. "Jika konsumen Jepang tidak membeli ikan tuna sirip biru, makan para petinggi akan mencari solusi lain."

Sainz-Trapaga mengatakan orang Jepang seharusnya memilih ikan skipjack dan tuna mata besar sebagai alternatif. Itu dilakukan sampai pemerintah siap dengan sejumlah solusi agar populasi tuna sirip biru kembali normal.

Nasib ikan tuna sirip biru kini terletak di tangan International Commision for the Conservation of Atlantic Tunas (ICCAT). Grup ini akan melangsungkan rapat terkait tuna sirp biru pada November mendatang.

Tahun lalu ICCAT setuju untuk memotong jatah penangkapan tuna sirip biru di Atlantik timur dan Mediterania sebanyak 40 persen, menjadi 13500 ton di tahun 2010. WWF mengkritik langkah tersebut karena jumlah tersebut beresiko menurunkan 50 persen stok tuna sirip biru dunia.

ICCAT berencana membuka simposium terkait isu tuna sirip biru di Tokyo, Jepang, Selasa (3/8). Acara ini bertujuan mengajarkan warga Jepang mengenai tuna sirip biru yang statusnya saat ini adalah spesies terancam punah.

credit : http://berita.liputan6.com

0 komentar:

Poskan Komentar