Selasa, 07 Desember 2010

InDoNesiA PerBaiKi PerinGkaT EmiSi KaRboN

LSM German Watch dan Climate Action Network (CAN) Europe mengeluarkan laporan Indeks Kinerja Perubahan Iklim, baru-baru ini. Dalam indeks itu, Indonesia disebut berhasil mengurangi emisi karbondioksida dengan peringkat indeks naik dari 23 pada 2010 menjadi 21 pada 2011.
"Indonesia menempati rangking yang lebih baik tahun ini, yaitu rangking ke 21, berdasarkan trend emisi, tingkat emisi, dan kebijakan iklim," kata Penasihat Senior German Watch Jan Burch di Cancun, Meksiko.
Untuk kategori negara industrialisasi baru, Indonesia berada di peringkat keempat terbaik setelah Brasil, India, Meksiko, dan Thailand. Sedangkan untuk kategori indeks penampilan perubahan iklim di negara ASEAN plus India, Cina, Jepang, dan Korea, peringkat Indonesia nomor tiga besar setelah India dan Thailand.
Laporan tersebut juga menyebutkan rangking 10 negara pengemisi karbon terbesar, yaitu Jerman, Inggris, India, Korea Selatan, Jepang, Rusia, Iran, Amerika, Cina, dan Kanada.
Burch menjelaskan, pihaknya meranking negara berdasarkan tiga hal utama, yaitu trend emisi, tingkat emisi, dan kebijakan iklim. Untuk trend emisi dengan indikator dari sektor energi, transportasi, perumahan, industri, dan perbandingan target penampilan emisi karbon.
Sedangkan tingkat emisi dilihat dari level karbondiosida per unit energi utama dan penggunaan energi per kapita. Sementara kebijakan iklim dilihat secara internasional dan nasional.
Burch mengatakan, laporan German Watch ini merupakan instrumen inovatif yang meningkatkan transparansi kebijakan iklim internasional. Laporan dikeluarkan dengan bantuan 190 ahli energi dan kebijakan iklim.
Penilaian berdasarkan kriteria yang distandarkan dan indeks dievaluasi. Lalu dibandingkan penampilan usaha perlindungan iklim 57 negara yang bertanggung jawab terhadap 90 persen emisi karbondioksida di dunia. Untuk itu, Indonesia disebutkan berada pada posisi moderat atau di tengah-tengah dalam usaha mengurangi emisi karbondioksida.
Dalam laporan itu juga disebutkan secara khusus bahwa Brasil dan Indonesia harus mengurangi emisi karbon dari sektor kehutanan dan dibantu pendanaan dari komunitas internasional. Soalnya, 80 persen emisi berasal dari penggundulan hutan.

credit : yahoo.com
            liputan6.com

0 komentar:

Poskan Komentar