Senin, 04 Oktober 2010

TrAveL ALerT kE EroPa BiKiN BinGunG TuRiS AS

Peringatan berkunjung (travel alert) ke Eropa yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap warganya dinilai membingungkan. Mereka menilai peringatan tersebut tidak jelas dan rinci, tempat yang mana yang berbahaya untuk dikunjungi?
Warga AS merasa kebingungan karena peringatan yang diberikan oleh pemerintah hanyalah larangan bepergian ke Eropa. Padahal Eropa merupakan benua yang luas, mencakup lebih dari 50 negara.
Pemerintah AS juga tidak menginformasikan tempat-tempat yang harus diwaspadai oleh warganya. Apakah mereka harus menghindari stasiun bawah tanah, stasiun kereta, bandara, pelabuhan, atau tempat-tempat pariwisata. Mereka mengaku kebingungan karena terorisme bisa terjadi dimana saja.
“Orang tuaku memberitahu melalui Skype mengenai ancaman ini. Mengapa mereka memberitahuku. Saya sudah disini, dan saya harus menggunakan kereta bawah tanah,” ujar Sara Popovich, 20, warga AS yang kuliah di London seperti dilansir dari laman The New York Times.
Kekurangan informasi yang diberikan oleh pemerintah AS juga diakui oleh ahli terorisme dari universitas Georgetown di Washington, Bruce Hoffman. Peringatan yang diberikan pemerintah tidak jelas.
“Biasanya mereka setidaknya menyebutkan nama negaranya. Namun ini satu benua. Saya tidak yakin apa yang dimaksud, dunia ini memang tempat yang berbahaya, dan kita semua tahu itu,” ujarnya.
Menurut juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Patrick Kennedy, warga AS di Eropa diharapkan tetap menjalankan aktivitasnya, namun harus berhati-hati. Contohnya, mereka tidak disarankan untuk menempelkan identitas warga AS di koper-koper mereka. Warga AS juga diharuskan mendaftarkan kepergian mereka ke kedubes AS di Eropa, jadi jika negara tersebut dalam bahaya, pemerintah AS dapat dengan mudah melacak mereka.
Karena kurangnya informasi mengenai peringatan ini, warga AS menanggapinya dengan tenang. Mereka tetap melakukan aktivitas mereka di negara-negara di Eropa. "Kami tinggal di New York. Jadi kami biasa menghadapi ancaman-ancaman seperti itu," kata Richard Mintzer, warga AS berusia 55 tahun yang tengah menyambangi Italia bersama istri.
Karla Martinez, direktur pemasaran W Magazine yang saat ini sedang mengerjakan proyek peragaan busana di Paris, mengatakan bahwa dia sempat terkejut selama lima menit, namun kemudian dia kembali mengerjakan pekerjaannya tanpa rasa khawatir.
“Sedikit menakutkan ketika kau tinggal di sebuah hotel besar dengan banyak turis, karena kami bisa menjadi sasaran terorisme. Tapi saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya,” ujarnya.
Tim basket NBA, Minnesota Timberwolves, asal Amerika yang akan mengadakan pertandingan di London, Milan, Barcelona dan Spanyol tetap pada jadwalnya semula walaupun peringatan dikeluarkan. Namun, mereka memperketat pengamanan terhadap para atlitnya.
“Ini adalah kota yang bagus untuk jalan-jalan dan mendapat pengalaman baru. Merupakan sebuah kejahatan jika saya hanya tinggal di hotel,” seloroh pemain tengah Lakers, Pau Gasol, seperti dikutip dari laman kantor berita Associated Press.


credit : yahoo.com
            vivanews.com

0 komentar:

Poskan Komentar