LSM German Watch dan Climate Action Network (CAN) Europe mengeluarkan laporan Indeks Kinerja Perubahan Iklim, baru-baru ini. Dalam indeks itu, Indonesia disebut berhasil mengurangi emisi karbondioksida dengan peringkat indeks naik dari 23 pada 2010 menjadi 21 pada 2011.
"Indonesia menempati rangking yang lebih baik tahun ini, yaitu rangking ke 21, berdasarkan trend emisi, tingkat emisi, dan kebijakan iklim," kata Penasihat Senior German Watch Jan Burch di Cancun, Meksiko.
Untuk kategori negara industrialisasi baru, Indonesia berada di peringkat keempat terbaik setelah Brasil, India, Meksiko, dan Thailand. Sedangkan untuk kategori indeks penampilan perubahan iklim di negara ASEAN plus India, Cina, Jepang, dan Korea, peringkat Indonesia nomor tiga besar setelah India dan Thailand.
Laporan tersebut juga menyebutkan rangking 10 negara pengemisi karbon terbesar, yaitu Jerman, Inggris, India, Korea Selatan, Jepang, Rusia, Iran, Amerika, Cina, dan Kanada.
Burch menjelaskan, pihaknya meranking negara berdasarkan tiga hal utama, yaitu trend emisi, tingkat emisi, dan kebijakan iklim. Untuk trend emisi dengan indikator dari sektor energi, transportasi, perumahan, industri, dan perbandingan target penampilan emisi karbon.
Sedangkan tingkat emisi dilihat dari level karbondiosida per unit energi utama dan penggunaan energi per kapita. Sementara kebijakan iklim dilihat secara internasional dan nasional.
Burch mengatakan, laporan German Watch ini merupakan instrumen inovatif yang meningkatkan transparansi kebijakan iklim internasional. Laporan dikeluarkan dengan bantuan 190 ahli energi dan kebijakan iklim.
Penilaian berdasarkan kriteria yang distandarkan dan indeks dievaluasi. Lalu dibandingkan penampilan usaha perlindungan iklim 57 negara yang bertanggung jawab terhadap 90 persen emisi karbondioksida di dunia. Untuk itu, Indonesia disebutkan berada pada posisi moderat atau di tengah-tengah dalam usaha mengurangi emisi karbondioksida.
Dalam laporan itu juga disebutkan secara khusus bahwa Brasil dan Indonesia harus mengurangi emisi karbon dari sektor kehutanan dan dibantu pendanaan dari komunitas internasional. Soalnya, 80 persen emisi berasal dari penggundulan hutan.
credit : yahoo.com
liputan6.com
Tampilkan postingan dengan label Germany. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Germany. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Desember 2010
Kamis, 23 September 2010
MeNimBa ILmU DaRi NBA
Ada satu pepatah terkenal berbunyi, "Kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina." Tapi untuk bola basket rasanya lebih cocok jika berbunyi "Kejarlah ilmu (bola basket) sampai ke negeri Amerika."
Pengalaman dan perjalanan panjang inilah yang coba ditimba para pebasket muda Indonesia melalui program Indonesia Development Camp (IDC) 2010 selama tiga hari 21-23 September di di GOR C-Tra Arena, Bandung. Program IDC merupakan hasil kerjasama antara badan liga basket Indonesia yang kini bernama National Basketball League (NBL) Indonesia bersama National Basketball Association (NBA).
Sebanyak 40 pemain muda tanah air ditangani satu legenda NBA Detlef Schrempf. Pebasket asal Jerman yang pernah memperkuat Dallas Mavericks (19851989), Indiana Pacers (19891993), Seattle SuperSonics (19931999) dan Portland Trail Blazers (19992001) itu didampingi Jama Mahlalela, direktur operasional NBA Asia serta Dan Weiss dari NBA Jepang.
"Program ini akan sangat membantu pemain muda untuk meningkatkan kemampuan basket mereka. Untuk membentuk sebuah tim bagus maka harus memiliki pemain yang hebat dan sebuah kerjasama yang bagus dalam tim," kata Schrempf.
Pria yang kini berusia 47 tahun itu mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki bakat pemain muda yang bagus. "Jika skill mereka bisa berkembang dengan cepat maka suatu saat bisa menyaingi Cina ataupun Filipina," tambahnya.
IDC tahun ini merupakan kelanjutan dari program dalam dua tahun terakhir. Sebanyak 40 pemain berusia antara 18-25 tahun diboyong dari 10 klub peserta NBL. Berbagai jenis latihan dijalankan mereka sepert dynamic warm-up, foot working, pivoting, passing dan shooting diberikan Schrempf kepada mereka.
credit : yahoo.com
Pengalaman dan perjalanan panjang inilah yang coba ditimba para pebasket muda Indonesia melalui program Indonesia Development Camp (IDC) 2010 selama tiga hari 21-23 September di di GOR C-Tra Arena, Bandung. Program IDC merupakan hasil kerjasama antara badan liga basket Indonesia yang kini bernama National Basketball League (NBL) Indonesia bersama National Basketball Association (NBA).
Sebanyak 40 pemain muda tanah air ditangani satu legenda NBA Detlef Schrempf. Pebasket asal Jerman yang pernah memperkuat Dallas Mavericks (19851989), Indiana Pacers (19891993), Seattle SuperSonics (19931999) dan Portland Trail Blazers (19992001) itu didampingi Jama Mahlalela, direktur operasional NBA Asia serta Dan Weiss dari NBA Jepang.
"Program ini akan sangat membantu pemain muda untuk meningkatkan kemampuan basket mereka. Untuk membentuk sebuah tim bagus maka harus memiliki pemain yang hebat dan sebuah kerjasama yang bagus dalam tim," kata Schrempf.
Pria yang kini berusia 47 tahun itu mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki bakat pemain muda yang bagus. "Jika skill mereka bisa berkembang dengan cepat maka suatu saat bisa menyaingi Cina ataupun Filipina," tambahnya.
IDC tahun ini merupakan kelanjutan dari program dalam dua tahun terakhir. Sebanyak 40 pemain berusia antara 18-25 tahun diboyong dari 10 klub peserta NBL. Berbagai jenis latihan dijalankan mereka sepert dynamic warm-up, foot working, pivoting, passing dan shooting diberikan Schrempf kepada mereka.
credit : yahoo.com
Label:
America,
BanduNg,
ChiNEsE,
DetLef SchremPf,
FiliPinA,
Germany,
InDoNeSiAn,
JapANeSe,
NBA,
SpOrTs
Senin, 12 Juli 2010
YeeeeYYYY..... SpanYoLi MenAnG
^Saat - saat kebahagian Spanyol memenangkan World Cup^
Spanyol memastikan diri sebagai yang terbaik di Piala Dunia 2010 setelah mengalahkan Belanda di laga final dengan skor 1-0 di Soccer City Stadium, Johannesburg, Senin (12/7) dinihari WIB.
Adalah Andres Iniesta yang menjadi pahlawan kemenangan Spanyol dengan gol tunggalnya ke gawang Belanda di babak kedua perpanjangan waktu.
Spanyol juga sukses mengawinkan gelar juara setelah dua tahun lalu meraih tropi Piala Eropa dengan mengalahkan Jerman di laga final.
Sementara Belanda harus kembali puas untuk ketiga kalinya harus menjadi runner up di turnamen akbar Piala Dunia. Sebelumnya mereka juga menjadi runner up di tahun 1978 dan 1974.
Jalannya Pertandingan
Spanyol sudah membuka kesempatan di menit kelima lewat sundulan Sergio Ramos. Akan tetapi, dalam ujian pertamanya, Maarten Stekelenburg berhasil mengamankan gawangnya dengan baik.
David Villa menguji peruntungannya di menit 12. Bola hasil sepakannya hanya melebar dari gawang.
Howard Webb juga tak ketinggalan menunjukkan aksinya dengan mengeluarkan lima kartu kuning dalam rentang waktu 13 menit untuk lima pemain berbeda.
Di menit 34, Iker Casillas salah memperhitungkan datangnya bola fair play yang ditendang Gregory Van Der Wiel. Bola lambung memantul ke kotak penalti dan gagal dijangkaunya. Untungnya bola tipis melebar dari gawang.
Tiga menit berselang, Joris Mathijsen membuang peluang matang yang didapatnya karena gagal menendang bola yang melintas pelan dengan kaki kiri. Padahal dia sudah berada dalam posisi tak terkawal di kotak penalti Spanyol.
Memasuki masa injury time babak pertama, Arjen Robben mendapat kesempatan lewat tendangan kaki kiri. Akan tetapi bola yang mengarah ke tiang dekat gawang Spanyol berhasil diamankan dengan baik oleh kapten tim Iker Casillas.
Di babak kedua, giliran Joan Capdevilla yang gagal menyapu bola ketika berada di kotak penalti Belanda dalam posisi tak terkawal. Momentum itu terjadi ketika pertandingan baru berjalan tiga menit.
Peluang matang didapat Belanda di menit 62. Lewat serangan balik cepat, Robben lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan Casillas. Akan tetapi, bola tendangannya berhasil dihadang kiper nomor satu Spanyol itu dengan kakinya. Skor 0-0 pun tetap bertahan.
Di menit 69, David Villa memiliki kesempatan membawa timnya memimpin jika saja bisa lebih tenang dalam melepas tendangan ke arah gawang yang dalam posisi tak terkawal.
Memasuki menit ke-77, Sergio Ramos menyambut bola sepak pojok Xavi dengan kepalanya dan dalam kondisi tak terkawal. Akan tetapi, bola sundulan kepalanya masih tipis melintas di atas mistar gawang Stekelenburg.
Robben kembali mendapat kesempatan untuk membawa timnya memimpin lewat aksi individunya di menit 83. Namun Casillas berhasil membaca pergerakannya dan mencuri bola dari Robben.
Kedua tim terus menekan di sisa pertandingan. Namun hingga berakhirnya waktu normal, skor 0-0 tetap bertahan. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Di awal babak perpanjangan waktu pertama, Stekelenburg melakukan penyelamatan penting dengan menghalau tendangan Cesc Fabregas yang masuk ke babak kedua. Belanda membalas dengan sundulan Mathijsen yang masih tipis di atas mistar gawang Casillas.
Di menit 100, Jesus Navas mencoba peruntungannya dengan melepas tendangan dari dalam kotak penalti. Namun bola berhasil diblok Van Bronckhorst yang membuat bola melebar dari gawang. Bek veteran Belanda itu sebelumnya juga melakukan intersep penting dengan menghalau sepakan Iniesta. Tendangan Fabregas juga masih melebar dari gawang.
Di paruh kedua babak perpanjangan waktu, Belanda kehilangan salah satu pemainnya, John Heitinga, karena akumulasi dua kartu kuning. Bek Belanda itu melanggar Iniesta jelang masuk ke kotak penalti mereka. Hadiah tendangan bebas pun diberikan kepada Spanyol, namun gagal dimaksimalkan Xavi yang maju sebagai eksekutor.
Di menit 116, Spanyol akhirnya bisa memecah kebuntuan. Iniesta yang mencetak gol lewat tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti, setelah mendapat bola sodoran dari Xavi.
Tak pelak gol tersebut disambut dengan meriah kubu Spanyol. Semua pemain di bangku cadangan pun mengejar Iniesta dan merayakan golnya di pinggir lapangan.
Belanda yang memiliki waktu kurang lebih empat menit berusaha untuk mengejar ketertinggalan mereka. Akan tetapi, hingga berakhirnya pertandingan, skor 1-0 untuk kemenangan Spanyol tetap bertahan. SPANYOL PUN MENJADI JUARA DUNIA 2010.
Susunan Pemain:
Belanda: Stekelenburg, Van Bronckhorst (Braafheid 105), Mathijsen, Heitinga, Van der Wiel, De Jong (Van der Vaart 99), Van Bommel, Kuyt (Elia 71), Sneijder, Robben, Van Persie
Spanyol: Casillas, Capdevilla, Puyol, Pique, Sergio Ramos, Xabi Alonso (Fabregas 87), Busquets, Pedro (Navas 60), Xavi, Iniesta, Villa (Torres 106)
Senengnyaa...si Spain menang2...hohohoho....
Tapi, Belanda juga hebat....bisa nahan imbang sampe perpanjangan waktu...
Selamat buat Spanyol...
'n buat Belanda...jng terlalu sedih juga...hebat sudah jadi runner-up...
Jerman tersayang ja blm sanggup...hikz...
tapi tak apa2....
Semuanya maen bagus...hehe..
Skalee lagi selamat buat SPANYOLI....
ahahhaa.....:)
Label:
David Villa,
FoOTbaLL,
Germany,
Iker Casillas,
Netherland,
Spain,
WesteRn,
World Cup,
World Cup 2010
Minggu, 11 Juli 2010
JeRMan DaPaT tEmpAt kE-3
Jerman menaaaaaangggg.........
senangnyaaaa.......
(meski tempat ke3....gpp...hehehehe...)
Jerman menempatkan diri sebagai tim terbaik ketiga di Piala Dunia 2010 setelah memenangi duel melawan Uruguay dengan skor 3-2 di Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth, Minggu (11/7) dinihari WIB.
Hasil yang diperoleh Jerman itu = sukses yang mereka catat di Piala Dunia 2006, saat mereka menjadi tuan rumah. Kemenangan itu juga menjadi pembuktian kebenaran terhadap ramalan Paul si Gurita beberapa waktu lalu.
Sementara Uruguay harus puas dengan hasil sebagai tim terbaik keempat di turnamen ini. Meski begitu, mereka patut berbangga dengan hasil ini mengingat Uruguay ambil bagian di turnamen ini bukan sebagai tim unggulan. (betul betul betul....harus bangga dengan hasil apapun yg didapat...^^)
Jalannya Pertandingan
Jerman yang turun dengan sejumlah pemain cadangan mendapat tekanan dari Diego Forlan di menit-menit awal. Tendangan bebasnya di menit ketiga sempat mengancam, meski hanya melebar dari gawang Hans-Joerg Butt.
Di menit sembilan, Arne Friedrich nyaris membuat Jerman memimpin jika saja bola sundulannya tidak mengenai mistar gawang. Bola rebound sontekan Thomas Muller juga berhasil dihalau barisan belakang Uruguay.
Jerman akhirnya bisa unggul ketika bola sepakan jarak jauh Bastian Schweinsteiger hanya mampu diblok Fernando Muslera, dan bola rebound sukses dilesakkan ke jala Uruguay lewat sontekan Muller. 1-0 untuk Jerman di mana pertandingan baru memasuki menit ke-18.
Namun keunggulan Jerman tak bertahan lama. Sembilan menit berselang, lewat serangan balik cepat, Luis Suarez menyodorkan bola kepada Edinson Cavani untuk kemudian dimasukkannya ke gawang Jerman tanpa mampu dihentikan Jorg Butt dan Per Mertesacker.
Di menit 41, Uruguay nyaris membalikkan keunggulan. Luis Suarez yang memiliki kesempatan untuk mencetak gol, namun gagal dimaksimalkannya karena bola hasil tendangannya dari dalam kotak penalti melebar dari gawang Jerman.
Memasuki paruh kedua, pertandingan yang dilangsungkan di bawah guyuran hujan itu makin memanas. Kedua tim terus menunjukkan permainan menyerang. Butt pun dipaksa melakukan dua penyelamatan penting dengan menghalau tendangan Cavani dan Suarez.
Baru di menit 50 Butt terpaksa mengambil bola dari gawangnya. Pasalnya, tendangan voli Diego Forlan, menyambut umpan silang Arevalo, menghujam deras ke gawangnya.
Jerman langsung bereaksi. Hasilnya, gol balasan tercipta di menit 55 lewat sundulan Marcell Jansen yang menyambut umpan silang Jerome Boateng.
Jerman yang mencari kemenangan di waktu normal terus memberi tekanan. Namun Uruguay berhasil merapatkan barisan untuk mementahkan tekanan lawan. Uruguay sendiri mengandalkan serangan balik dan nyaris kembali unggul lewat tendangan jarak jauh Luis Suarez yang berhasil diblok Butt.
Jerman akhirnya kembali memimpin ketika pertandingan memasuki sepuluh menit terakhir waktu normal. Adalah Sami Khedira yang membawa Jerman unggul 3-2 dengan sundulannya, memaksimalkan kemelut di depan gawang Muslera.
Memasuki masa injury time, Stefan Kiessling gagal memaksimalkan kesempatan matang yang didapatnya setelah sontekan kaki kiri menyambut umpan mendatar Mesut Ozil terbang jauh di atas mistar. Padahal dia berada sendirian di kotak penalti Uruguay.
Uruguay mendapat kesempatan terakhir lewat tendangan bebas di akhir masa injury time. Namun tendangan Forlan hanya mengenai mistar gawang. Uruguay pun harus puas menjadi tim terbaik keempat, kalah dari Jerman untuk perebutan tempat ketiga di Piala Dunia 2010.
senangnyaaaa.......
(meski tempat ke3....gpp...hehehehe...)
Jerman menempatkan diri sebagai tim terbaik ketiga di Piala Dunia 2010 setelah memenangi duel melawan Uruguay dengan skor 3-2 di Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth, Minggu (11/7) dinihari WIB.
Hasil yang diperoleh Jerman itu = sukses yang mereka catat di Piala Dunia 2006, saat mereka menjadi tuan rumah. Kemenangan itu juga menjadi pembuktian kebenaran terhadap ramalan Paul si Gurita beberapa waktu lalu.
Sementara Uruguay harus puas dengan hasil sebagai tim terbaik keempat di turnamen ini. Meski begitu, mereka patut berbangga dengan hasil ini mengingat Uruguay ambil bagian di turnamen ini bukan sebagai tim unggulan. (betul betul betul....harus bangga dengan hasil apapun yg didapat...^^)
Jalannya Pertandingan
Jerman yang turun dengan sejumlah pemain cadangan mendapat tekanan dari Diego Forlan di menit-menit awal. Tendangan bebasnya di menit ketiga sempat mengancam, meski hanya melebar dari gawang Hans-Joerg Butt.
Di menit sembilan, Arne Friedrich nyaris membuat Jerman memimpin jika saja bola sundulannya tidak mengenai mistar gawang. Bola rebound sontekan Thomas Muller juga berhasil dihalau barisan belakang Uruguay.
Jerman akhirnya bisa unggul ketika bola sepakan jarak jauh Bastian Schweinsteiger hanya mampu diblok Fernando Muslera, dan bola rebound sukses dilesakkan ke jala Uruguay lewat sontekan Muller. 1-0 untuk Jerman di mana pertandingan baru memasuki menit ke-18.
Namun keunggulan Jerman tak bertahan lama. Sembilan menit berselang, lewat serangan balik cepat, Luis Suarez menyodorkan bola kepada Edinson Cavani untuk kemudian dimasukkannya ke gawang Jerman tanpa mampu dihentikan Jorg Butt dan Per Mertesacker.
Di menit 41, Uruguay nyaris membalikkan keunggulan. Luis Suarez yang memiliki kesempatan untuk mencetak gol, namun gagal dimaksimalkannya karena bola hasil tendangannya dari dalam kotak penalti melebar dari gawang Jerman.
Memasuki paruh kedua, pertandingan yang dilangsungkan di bawah guyuran hujan itu makin memanas. Kedua tim terus menunjukkan permainan menyerang. Butt pun dipaksa melakukan dua penyelamatan penting dengan menghalau tendangan Cavani dan Suarez.
Baru di menit 50 Butt terpaksa mengambil bola dari gawangnya. Pasalnya, tendangan voli Diego Forlan, menyambut umpan silang Arevalo, menghujam deras ke gawangnya.
Jerman langsung bereaksi. Hasilnya, gol balasan tercipta di menit 55 lewat sundulan Marcell Jansen yang menyambut umpan silang Jerome Boateng.
Jerman yang mencari kemenangan di waktu normal terus memberi tekanan. Namun Uruguay berhasil merapatkan barisan untuk mementahkan tekanan lawan. Uruguay sendiri mengandalkan serangan balik dan nyaris kembali unggul lewat tendangan jarak jauh Luis Suarez yang berhasil diblok Butt.
Jerman akhirnya kembali memimpin ketika pertandingan memasuki sepuluh menit terakhir waktu normal. Adalah Sami Khedira yang membawa Jerman unggul 3-2 dengan sundulannya, memaksimalkan kemelut di depan gawang Muslera.
Memasuki masa injury time, Stefan Kiessling gagal memaksimalkan kesempatan matang yang didapatnya setelah sontekan kaki kiri menyambut umpan mendatar Mesut Ozil terbang jauh di atas mistar. Padahal dia berada sendirian di kotak penalti Uruguay.
Uruguay mendapat kesempatan terakhir lewat tendangan bebas di akhir masa injury time. Namun tendangan Forlan hanya mengenai mistar gawang. Uruguay pun harus puas menjadi tim terbaik keempat, kalah dari Jerman untuk perebutan tempat ketiga di Piala Dunia 2010.
Label:
FoOTbaLL,
Germany,
Paul Octopus,
Uruguay,
WesteRn,
World Cup,
World Cup 2006,
World Cup 2010
Jumat, 09 Juli 2010
PauL si GuRiTa PerAMaL
wehh...
agaknya blakangan neh banyak yg ngomongin si PAUL...
kehebatan Paul dalam ngeramal memang gk usah ditanya lagi..
tapi yah...karena itu jadi banyak yang benci ma dy tuh...
banyak yang pengen dy dimasak ja...
terutama warga Jerman...
mereka sbel bener ma tuh gurita...
gara2 apa...yah,pasti dah pada tau juga,..
gara2 dy ngeramalin tim Panzer kalah dari Matador...
banyak banget yang ngasih ancamen buat bunuh dy, goreng, panggang, masak, jadiin salad (bisa ada ya yg mau jadiin dy salad??ahahaha)..
bahkan ada koki Jerman yang dah nyiapin bumbu - bumbu buat masak dy...
bayangin!!
segitu bencinya ma si PAUL...kasian... :(
tapi...
beda lagi dengan pihak Spanyol...
mereka seneng ma si PAUL...
mereka bahkan bersedia "menyelamatkan" si gurita dengan menjaga keamanannya...
bagi seorang pemain sepak bola Spanyol, Xabi Alonso,“Paul gurita adalah sebuah keajaiban."
Sayangnya masih banyak orang yang bersihkeras mau bunuh Paul...
Btw...
Ada beberapa fakta mengenai PAUL...
tepatnya 10 sih...
bisa diliat dibawah ini...
►http://pialadunia.vivanews.com/news/read/163136-10-hal-soal-paul-yang-anda-tak-tahu--i-
►http://pialadunia.vivanews.com/news/read/163139-10-hal-soal-paul-yang-anda-tak-tahu--ii-
Jadi kalo menurut kalian, PAUL pantes digoreng apa nggak???
agaknya blakangan neh banyak yg ngomongin si PAUL...
kehebatan Paul dalam ngeramal memang gk usah ditanya lagi..
tapi yah...karena itu jadi banyak yang benci ma dy tuh...
banyak yang pengen dy dimasak ja...
terutama warga Jerman...
mereka sbel bener ma tuh gurita...
gara2 apa...yah,pasti dah pada tau juga,..
gara2 dy ngeramalin tim Panzer kalah dari Matador...
^PAUL meramal pertandingan semifinal WC 2010 antara Jerman 'n Spanyol^
bahkan ada koki Jerman yang dah nyiapin bumbu - bumbu buat masak dy...
bayangin!!
segitu bencinya ma si PAUL...kasian... :(
tapi...
beda lagi dengan pihak Spanyol...
mereka seneng ma si PAUL...
mereka bahkan bersedia "menyelamatkan" si gurita dengan menjaga keamanannya...
bagi seorang pemain sepak bola Spanyol, Xabi Alonso,“Paul gurita adalah sebuah keajaiban."
Sayangnya masih banyak orang yang bersihkeras mau bunuh Paul...
Btw...
Ada beberapa fakta mengenai PAUL...
tepatnya 10 sih...
bisa diliat dibawah ini...
►http://pialadunia.vivanews.com/news/read/163136-10-hal-soal-paul-yang-anda-tak-tahu--i-
►http://pialadunia.vivanews.com/news/read/163139-10-hal-soal-paul-yang-anda-tak-tahu--ii-
Jadi kalo menurut kalian, PAUL pantes digoreng apa nggak???
Label:
FoOTbaLL,
Germany,
Paul Octopus,
Spain,
WesteRn,
World Cup,
World Cup 2010
Langganan:
Postingan (Atom)




