Tampilkan postingan dengan label ChaRLes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ChaRLes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Desember 2010

MobiL PanGerAn CharLeS DisEranG


 

Mobil yang ditumpangi Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, diserang oleh para pemrotes, namun mereka berdua tidak terluka. Insiden itu terjadi di London, Kamis 9 Desember 2010, di tengah demonstrasi mahasiswa menentang rencana kenaikan biaya kuliah oleh pemerintah Inggris.
Menurut stasiun televisi BBC, salah satu kaca mobil yang ditumpangi pewaris Kerajaan Inggris itu retak dan kendaraan tersebut juga ternoda oleh siraman cat. Belum ada tanggapan dari pihak kerajaan atas insiden itu. Jurubicara kediaman Pangeran Charles di Clarence House hanya menyatakan bahwa mereka berdua selamat dan tetap menghadiri acara Royal Variety sesuai jadwal.

Namun Perdana Menteri Inggris, David Cameron, menyatakan "terkejut dan menyesalkan" terjadi insiden atas Pangeran Charles dan Camilla. Menurut polisi demonstrasi berlangsung rusuh di sekitar Alun-alun Parlemen. Massa demonstran juga berkonsentrasi di Jembatan Westminster, dekat gedung parlemen.
Polisi mengungkapkan bahwa 12 petugas dan 43 demonstran luka-luka, sedangkan 22 lainnya ditangkap.  Pihak keamanan juga berjanji segera menyelidiki penyerangan atas mobil Pangeran Charles.
Para demonstran sengaja bergerak ke gedung parlemen karena para wakil rakyat dan pemerintah sedang membahas rencana kenaikan biaya kuliah. Kenaikan biaya kuliah bisa mencapai tiga kali lipat hingga sebesar 9.000 poundsterling per tahun.
Rapat pembahasan biaya kuliah itu diboikot sekitar 21 anggota parlemen. Selain itu, hanya 28 anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat - atau kurang dari setengah dari total jumlah mereka di Majelis Rendah - yang mendukung kenaikan biaya kuliah. Sedangkan enam anggota parlemen dari Partai Konservatif menolak.
Konservatif dan Liberal Demokrat merupakan dua partai yang bermitra di pemerintahan.

credit : yahoo.com
            vivanews.com

Senin, 20 September 2010

PanGerAn WiLLiaM JaDi PiLoT SAR

Pangeran William
Setelah lulus dari kursus pelatihan selama 19 bulan, Pangeran William kini sepenuhnya menjadi pilot operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).
Pangeran yang dikenal sebagai Letnan Penerbang William Wales (28 th) tersebut, yang ditugaskan selama tiga tahun di stasion Valley Angkatan Udara Kerajaan Inggris di Pulau Anglessey, Wales, akan menjalankan misi penyelamatan di Inggris dengan menggunakan helikopter Sea King --yang berawakkan empat anggota kru.
Kursus pelatihan yang meliputi pelatihan terbang selama 70 jam dan pelatihan simulasi selama 50 jam ... "sangat menantang, dan aku sangat menikmatinya", kata William, Jum'at (17/9).
"Aku sangat bahagia bisa menyelesaikan kursus tersebut dengan rekan-rekan pelajar lain," lanjutnya.
"Aku amat mencintai terbang, jadi merupakan suatu kehormatan bisa bergabung dengan regu SAR, yang membantu menyediakan pelayanan darurat yang penting itu," ujar putra pertama Putri Diana dan Pangeran Charles dari Inggris itu.


credit : yahoo.com
            antara.com

Minggu, 19 September 2010

PuLuhaN TikUs RuSaK PesTa KebUn PanGeraN CharLes

Masalah hama tikus tak hanya mendominasi tempat tinggal masyarakat miskin yang identik dengan kumuh dan kotor, namun juga kaum bangsawan seperti Pangeran Charles. Sebagaimana laporan puluhan hewan pengerat merusak rencana pesta kebun pewaris takhta Kerajaan Inggris itu. Demikian dikatakan seorang staf Clarence House yang tidak ingin disebut namanya di London, Kamis (16/9).
Sumber rahasia itu mengatakan beberapa ekor tikus berukuran besar beberapa kali terlihat mengganyang hadiah kiriman buah dan sayuran yang ada di Clarence House, tempat tinggal Pangeran Charles dan keluarganya. Celakanya, kiriman tersebut merupakan kiriman dari beberapa kolega sang pangeran guna mengadakan pesta kebun mempromosikan wisata. Alhasil, berita miring tersebut terdengar hingga keluar.
"Kami kewalahan membasmi hewan pengerat itu, stroberi dan tomat rusak gara-gara tikus," kata staf tersebut. Adapun hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari juru bicara Istana Kerajaan Inggris.


credit : yahoo.com
            liputan6.com