Menteri Luar Negeri Marty M. Natalegawa menyatakan, Indonesia siap menjadi fasilitator penyelesaian damai atas konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan di Semenanjung Korea, yang mengundang reaksi dari berbagai belahan dunia. "Nanti akan ada pertemuan bilateral Presiden Korea Selatan dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang memberi peluang penting untuk saling bertukar pandangan tentang masalah yang dihadapi negara itu serta bentuk kontribusi yang bisa kita beri," katanya kepada Antara, di Nusa Dua, Bali, Selasa (7/12) petang. Natalegawa berada di Bali untuk memimpin delegasi Indonesia dalam Forum Demokrasi Bali (BDF) III, yang akan berlangsung di Nusa Dua pada 9-10 Desember nanti. Sejauh ini, sebanyak 71 negara dan perutusan internasional telah menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi dalam forum itu, selain tiga kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara sahabat.
Pada BDF I, tercatat hadir hanya 39 negara, meningkat menjadi 42 negara pada BDF II, dan 71 negara pada BDF III mendatang. Kali ini, 42 negara mengirimkan utusan setingkat menteri luar negeri atau kementerian berbeda, pejabat setingkat menteri, atau wakil menteri luar negeri.
Ketiga kepala negara dan kepala pemerintahan itu adalah Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, Sultan Hassanal Bolkiah II dari Brunei Darussalam, dan Perdana Timor Timur Kay Ralla Xanana Gusmao. Bersama dengan koleganya, Presiden Yudhoyono, Lee akan bertindak sebagai ketua bersama seluruh persidangan BDF III ini."Bagi kita, tidak tertutup untuk memfasilitasi komunikasi, dan forumnya tidak harus dalam bentuk satu atap semua pihak berkumpul bersama. Untuk saat ini, forum seperti itu akan sulit diandalkan untuk menghasilkan konsensus," katanya.
Menurut dia, yang paling pas untuk dilakukan pada saat-saat belakangan ini adalah setahap demi setahap membangun rasa saling percaya. "Yang penting jangan sampai keadaan memburuk. Situasi distabilkan dulu, itu yang penting sambil tetap memastikan bahwa yang bertanggung jawab harus memikul tanggung jawabnya itu," katanya.
Masalah situasi di Semenanjung Korea itu, imbuh Natalegawa, sangat kompleks karena banyak dimensi yang terlibat. Mulai dari permasalahan antara Korea Utara dan Korea Selatan, dengan Jepang, persenjataan nuklir, Cina, sampai isu proliferasi yang semuanya selama ini difasilitasi dengan Forum Enam Pihak.
Dengan semua pihak itu, Indonesia berhubungan sangat baik. Potensi Indonesia menjadi fasilitator sangat terbuka, namun semuanya dilakukan dengan cara yang tepat sasaran.
"Dua pekan lalu Cina menyatakan agar pembicaraan melalui Forum Enam Pihak dimulai lagi sekalipun langsung ditolak karena saatnya tidak pas. Kapan buat seruan dan lain-lain harus pas waktu dan sasaran. Indonesia menyikapi kenyataan itu dengan melakukan sejumlah upaya kepada Korea Selatan dan Cina. Indonesia akan dengar langsung aspirasi Korea Selatan," katanya.
Dalam BDF III kali ini, telah dijadwalkan pertemuan bilateral antara Presiden Yudhoyono dengan Presiden Lee Myung-bak. "Pesan kita ke Korea sangat jelas, yaitu tegas menolak pemakaian kekerasan apalagi sampai menimbulkan korban tidak bersalah dari kalangan sipil selain karena melanggar Piagam PBB," katanya.
credit : yahoo.com
liputan6.com
Tampilkan postingan dengan label BrunEi DaruSSaLam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BrunEi DaruSSaLam. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Desember 2010
IndoNesiA SiaP JembAtaNi PenyeLesaiaN KonfLiK KoReA
Senin, 25 Oktober 2010
SeManGat dAn KerJa KerAs AgnEs MoniCa PaTuT DiTirU
| Agnes Monica |
Agnes Monica dipastikan menjadi salah satu pembawa acara ajang American Music Awards (AMA) 2010 yang digelar pada 21 November mendatang di Nokia Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat
| Agnes Monica |
Gengsi dan reputasi ajang tersebut memang masih di bawah Grammy Awards. Tapi jika dilihat beberapa tahun terakhir, nama-nama musisi yang tampil, yang meraih penghargaan hingga jumlah penonton televisi, AMA bisa dibilang sebagai salah satu ajang penghargaan musik yang terbaik bukan hanya di Amerika Serikat, tapi juga di dunia.
AMA juga menjadi referensi bagi banyak pihak dalam melakukan survey selera musik khalayak hingga tempat memunculkan tren bermusik dan juga fesyen. Maka sah-sah saja jika pencapaian Agnes ini sebuah prestasi membanggakan, bukan hanya untuk pribadi, tapi juga nama Indonesia. Jangan lupa, perempuan kelahiran 1 Juli 1986 ini direncanakan juga akan menyanyi di AMA 2010.
Selain Agnes ada beberapa seleb terkenal yang ikut menjadi pembawa acara AMA 2010, seperti Danny Gokey, peringkat tiga American Idol musim ke-8.
Sejak beberapa tahun terakhir, Agnes sudah berikrar ingin menancapkan kukunya di level internasional. Agnes merasa menjadi artis cilik, presenter televisi, pemain sinetron dan penyanyi di level Indonesia tidaklah cukup.
Tidak mudah memang, karena industri hiburan di beberapa negara, terutama Amerika Serikat, dikenal sangat fanatik. Mereka lebih suka artis produk dalam negeri, dibanding artis luar negeri, meski yang bersangkutan menarik, berbakat dan juga berprestasi.
Tak heran jika band asal Irlandia, The Corrs, masih dipandang sebelah mata oleh industri musik dan khalayak di Amerika Serikat. Padahal di Asia, Eropa dan kawasan Inggris Raya, The Corrs populer bukan main.
Meski begitu semangat dan keuletan Agnes tak pernah kendur. Tak lama setelah berkoar akan 'go international', mantan pembawa acara 'Tralala-trilili' ini menjadi obyek kritikan infotainment dan beberapa media tanah air. Penyebabnya karena bukti 'go international' Agnes Monica belum juga tampak.
Tak lama setelah itu, tanda-tanda Agnes bakal eksis di luar negeri mulai terlihat. Agnes dikabarkan bermain di sebuah serial Taiwan berjudul 'The Hospital' (2006) bersama aktor top negeri tersebut, Jerry Yan. Jerry Yan populer di Indonesia dengan grup 'F4'. Lalu Agnes juga ikutan terlibat di serial 'Romance in the White House' bersama aktor Peter Ho.
Meski peran Agnes tidak signifikan di serial itu, ia tetap bangga.
Setelah itu beberapa kali Agnes juga tampil sebagai pembawa acara maupun pengisi acara di beberapa ajang di sejumlah negara ras kuning. Hingga akhirnya ditunjuk menjadi salah satu pembawa acara AMA 2010.
Ini semua membuktikan kalau Agnes memang tak pernah surut untuk mencapai cita-citanya. Padahal jalan yang dilalui sangat sulit, kritikan yang dihadapi sangat tajam serta saingan yang menghadang tidak main-main.
Agnes juga menunjukkan kalau artis Indonesia sebenarnya punya talenta dan bakat untuk bisa sukses di level internasional. Tinggal bagaimana para artis dan manajemennya bisa menjaga semangat dan konsistensi untuk meraih kesuksesan di level internasional. Selain tentunya modal finansial yang tidak sedikit.
Selain Agnes, band Slank juga pernah mencoba peruntungannya di Amerika Serikat. Tapi hingga kini hasilnya tidak terlihat sama sekali.
Artis Indonesia baru bisa 'menguasai' pasar di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan sebagian kecil Australia. Itu juga hanya beberapa band dan penyanyi saja.
Sudah saatnya orang luar lebih sering mendengarkan nyanyian atau petikan gitar artis Indonesia. Atau melihat akting anak bangsa di level internasional. Karena Indonesia memiliki akar dan selera berbudaya yang tinggi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Agnes menunjukkan kalau artis Indonesia sebenarnya punya talenta dan bakat untuk bisa sukses di level internasional. Tinggal bagaimana para artis dan manajemennya bisa menjaga semangat dan konsistensi untuk meraih kesuksesan di level internasional
Tak heran jika band asal Irlandia, The Corrs, masih dipandang sebelah mata oleh industri musik dan khalayak di Amerika Serikat. Padahal di Asia, Eropa dan kawasan Inggris Raya, The Corrs populer bukan main.
Meski begitu semangat dan keuletan Agnes tak pernah kendur. Tak lama setelah berkoar akan 'go international', mantan pembawa acara 'Tralala-trilili' ini menjadi obyek kritikan infotainment dan beberapa media tanah air. Penyebabnya karena bukti 'go international' Agnes Monica belum juga tampak.
Tak lama setelah itu, tanda-tanda Agnes bakal eksis di luar negeri mulai terlihat. Agnes dikabarkan bermain di sebuah serial Taiwan berjudul 'The Hospital' (2006) bersama aktor top negeri tersebut, Jerry Yan. Jerry Yan populer di Indonesia dengan grup 'F4'. Lalu Agnes juga ikutan terlibat di serial 'Romance in the White House' bersama aktor Peter Ho.
Meski peran Agnes tidak signifikan di serial itu, ia tetap bangga.
Setelah itu beberapa kali Agnes juga tampil sebagai pembawa acara maupun pengisi acara di beberapa ajang di sejumlah negara ras kuning. Hingga akhirnya ditunjuk menjadi salah satu pembawa acara AMA 2010.
Ini semua membuktikan kalau Agnes memang tak pernah surut untuk mencapai cita-citanya. Padahal jalan yang dilalui sangat sulit, kritikan yang dihadapi sangat tajam serta saingan yang menghadang tidak main-main.
Agnes juga menunjukkan kalau artis Indonesia sebenarnya punya talenta dan bakat untuk bisa sukses di level internasional. Tinggal bagaimana para artis dan manajemennya bisa menjaga semangat dan konsistensi untuk meraih kesuksesan di level internasional. Selain tentunya modal finansial yang tidak sedikit.
Selain Agnes, band Slank juga pernah mencoba peruntungannya di Amerika Serikat. Tapi hingga kini hasilnya tidak terlihat sama sekali.
Artis Indonesia baru bisa 'menguasai' pasar di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan sebagian kecil Australia. Itu juga hanya beberapa band dan penyanyi saja.
Sudah saatnya orang luar lebih sering mendengarkan nyanyian atau petikan gitar artis Indonesia. Atau melihat akting anak bangsa di level internasional. Karena Indonesia memiliki akar dan selera berbudaya yang tinggi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
credit : yahoo.com
Label:
AgnEs MoniCa,
America,
American Idol,
ArTisT,
Asia,
Australia,
BrunEi DaruSSaLam,
DannY GokEy,
England,
Europe,
InDoNeSiAn,
IrLanDia,
JerrY YAn,
Malaysian,
NoKiA,
PeTer Ho,
SingApoRe,
SLanK,
Taiwan
Langganan:
Postingan (Atom)

